Kisah Masa Muda Presiden Ketiga BJ Habibie

1609 views

Rautasilta.net - Seperti yang kita ketahui bahwa BJ Habibie merupakan salah satu contoh pemimpin yang tidak boosan untuk terus belajar dan kemauan belajar nya yang tinggi itu telah terlihat sejak ia masih di bangku SMA lagi. Dengan kemauan dan kemampuannya untuk terus meningkatkan prestasi nya itu membuat beliau melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) tepat setelah beliau lulus dari tingkat SMA. Namun, ia lantas tidak menyelesaikan pendidikannya di ITB, hal ini terjadi karena beliau mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan atau kuliahnya di luar negeri, Jerman tepatnya. Hal ini di berikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang mana ia nya berdasarkan kecerdasan yang di miliki oleh BJ Habibie. Berdasarkan ucapan atau kata-kata dari Bung Karno yang begitu membekas dalam hati dan pikiran BJ Habibie, tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia tercinta, hal ini yang menjadikan ia bersikeras untuk memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Bj habibie muda

Melihat beliau bukan dari keluarga yang berada apalagi semenjak ayahnya sudah tiada, membuat ibunya harus banting tulang untuk memberikan BJ Habibie dukungan untuk melanjutkan pendidikannya hingga menggapai impian dan cita-citanya. Hal ini yang menjadikan BJ Habibie terus bertekad untuk selalu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan harus mencapai tingkat sukses yang ia inginkan. Dengan tercapainya impiannya tentu mampu membuat semua orang yang mengenalnya bangga terhadapnya, terutama ibunya yang selalu berjuang untuk kesuksesan BJ Habibie. BJ Habibie bukanlah orang yang ingin terus bergantung kepada orang tua nya karena beliau tahu seperti apa perjuangan ibunda nya untuk membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari di negeri orang.

Seperti yang kita tahu bahwa kebutuhan dan biaya hidup di luar negeri tidaklah murah. Apalagi semenjak tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia di sana di berikan beasiswa penuh, namun hanya beliau yang berpaspor hijau yang dimana itu menandakan bahwa beliau tidak mendapat dukungan berupa beasiswa penuh dari pemerintah. Bahkan demi mendukung kebutuhan penuh beliau di negeri orang itu, membuat seluruh kesempatan berliburnya untuk ujian dan mencari dana untuk membeli buku. Mengingat beliau memang seorang yang sangat gemar membaca tentu membuat pengetahuannya semakin luas.

Di Jerman tahun 1960, Riwayat Hidup BJ Habibie dilengkapi dengan mendapat gelar Diploma Ing dari Technische Hochschule dengan predikat Cumlaude (Sempurna), yang dimana nilai rata-rata nya adalah 9.5. berdasarkan gelar insinyur yang dimiliki oleh beliau membuat beliau percaya diri mendaftar untuk mulai bekerja di Firma Talbot, yang tidak lain dan tidak bukan ia nya sebuah industri kereta api di Jerman. Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh Firma Talbot membuat BJ Habibie mengerahkan kemampuannya untuk menghasilkan sayap pesawat terbang.

Baca Juga:

Anak Malu Saat Pertama Memasuki Pendidikan Luar Sekolah? Begini Cara Mengatasinya
Alasan Anak Tak Suka Pendidikan luar Sekolah
Anak Mudah Belajar dengan Youtube
Alasan Perlunya PlayGroup?

Tags: #BJ Habibie Muda