Gejala Gerakan Kerak Bumi

1624 views

rautasilta.net - Kerak Bumi adalah lapisan paling luar dari Bumi yang terbagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni kerak samudera serta kerak benua. Kerak samudera memiliki ketebalan sekitar 5 hingga 10 km, dan sedangkan kerak benua memiliki ketebalan sekitar 20 hingga 70 km. Adapun batuan penyusun kerak samudera yang utama ialah batuan basalt, Dan sedangkan batuan penyusun dari kerak benua yang utama ialah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.

Gejala Gerakan Kerak Bumi

Kerak Bumi serta sebagian mantel Bumi telah membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total yang kurang lebih 80 km. Dan seiring dengan tingkat kedalamannya, maka temperatur dari kerak Bumi juga akan semakin meningkat. Dan pada batas terbawahnya, temperatur dari kerak Bumi dapat menyentuh angka 200-400°C. Kerak Bumi dan bagian mantel yang juga relatif padat akan membentuk lapisan litosfer.

Hal ini Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, maka litosfer akan terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Temperatur yang kemudian meningkat menjadi 30°C setiap km, akan tetapi gradien panas Bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak Bumi yang lebih dalam.

Kerak Bumi purba sangat tipis, dan mungkin akan mengalami proses daur ulang oleh lempengan tektonik yang jauh lebih aktif daripada saat ini serta dihancurkan beberapa kali oleh tabrakan asteroid, yang duhulu sangat umum terjadi pada masa awal terbentuknya tata surya. Dan usia tertua dari kerak samudera saat ini ialah sekitar 200 juta tahun, akan tetapi kerak benua mempunyai lapisan yang jauh lebih tua.

Adapun lapisan kerak benua tertua yang telah diketahui saat ini ialah berusia sekitar 3,7 hingga 4,28 miliar tahun dan ditemukan di Narryer Gneiss Terrane di Barat Australia dan di Acasta Gneiss, Kanada. Adapun pembentukan kerak benua yang dihubungkan dengan periode orogeny intensif. Periode ini sendiri berhubungan dengan pembentukan super benua seperti Rodinia, Pangaea, dan Gondwana Panca Indera Manusia

Unsur-unsur Pembentuk Kerak Bumi

Unsur-unsur utama dalam pembentukan kerak Bumi terdiri atas:

a. Oksigen (O) (46,6%)
b. Silikon (Si) (27,7%)
c. Aluminium (Al) (8,1%)
d. Besi (Fe) (5,0%)
e. Kalsium (Ca) (3,6%)
f. Natrium (Na) (2,8%)
g. Kalium (K) (2,6%)
h. Magnesium (Mg) (2,1%)

Gejala Gerakan Kerak Bumi

Gejala gerakan kerak Bumi ini disebut dengan Tektonisme. Tektonisme sendiri ialah proses yang terjadi dikarenakan pergerakan, pengangkatan, lipatan, serta patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Adapun yang dimaksud dengan lipatan ialah bentuk dari muka bumi yang merupakan hasil gerakan tekanan secara horizontal maupun vertikal yang mengakibatkan lapisan permukaan bumi menjadi berkerut serta melipat. Patahan itu ialah permukaan bumi yang di hasilkan dari gerakan tekanan horizontal dan tekanan vertikal yang mengakibatkan lapisan bumi menjadi retak dan patah.

Ada 2 (dua) jenis tektonisme, yakni:

1. Epirogenesa merupakan suatu proses perubahan bentuk dari daratan yang disebabkan oleh tenaga lambat dari dalam bumi dengan arah vertikal, baik itu ke atas maupun ke bawah dengan melewati daerah yang sangat luas. Epirogenesa juga dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:
a. Epirogenesa positif, yakni gerakan yang menyebabkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut akan terlihat naik dan daratan menurun.
b. Epirogenesa negatif, yakni gerakan yang menyebabkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut akan terlihat turun dan daratan menaik.

2. Orogenesa merupakan pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat serta meliputi wilayah yang sempit. Tektonik Orogenesa ini biasanya disertai dengan proses pelengkungan (warping) serta lipatan (folding) yang terjadi karena adanya tekanan pada arah mendatar pada lapisan batuan yang lentur. Lipatan yang terbentuk dari 2 bentuk dasar, yakni sinklinal dan antiklinal. Lipatan yang dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu: normal, asimetris, dan tumpang tindih. Sementara itu, patahan (faulting) terjadi dikarenakan pengaruh tekanan horizontal dan vertikal yang sangat kuat. Ada 2 (dua) jenis patahan yaitu horst dan graben (slenk), serta retakan (jointing). Dan salah satu contoh hasil dari Orogenesa adalah deretan Lekukan di Mediterania.

Baca Lainnya >>>

Tags: #Epirogenesa #Epirogenesa negatif #Epirogenesa positif #Kerak Bumi #Oksigen #Silikon